Jumat, 17 Januari 2014

Peta Karnaugh (K-Map)

Memahami Peta Karnaugh 

Pendahuluan
Peta Karnaugh adalah sebuah metode untuk:
1. Menyederhanakan sebuah fungsi persamaan logika. Menyederhanakan fungsi persamaan logika sebenarnya bisa dilakukan dengan menggunakan aturan-aturan baku seperti:
  • Distributif. Misalnya (p ∧ q) ∨ (p ∧ r) ≡ p ∧ (q ∨ r)  atau (p ∨ q) ∧ (p ∨ r) ≡ p ∨ (q ∧ r). 
  • De Morgan seperti ~p ∨ ~q ≡ ~(p ∧ q) atau ~p ∧ ~q
  • Hukum penyerapan  seperti p ∧ (p ∨ q) ≡ p atau p ∨ (p ∧ q) ≡ p
2. Mencari fungsi persamaan logika dari sebuah tabel kebenaran. Terkadang, kita memiliki sebuah tabel kebenaran (yang diperoleh dari pengumpulan kasus atau kejadian) tetapi belum memiliki persamaan logikanya sehingga sulit membuat untai rangkaian logikanya.

Permasalahan-permasalahan diatas dapat diselesaikan dengan peta karnaugh.

Peta Karnaugh
Peta karnaugh (atau K-Map) diperkenalkan oleh Maurice Karnaugh tahun 1953 (wikipedia) adalah sebuah metode untuk menyederhanakan fungsi persamaan logika sehingga (Freddy Kurniawan: Sistem Digital):
  1. Menggunakan jumlah gerbang lebih sedikit sehingga waktu tunda total untai menjadi lebih kecil
  2. Kemungkinan resiko kegagalan fungsi lebih kecil karena penggunaan gerbang dan perkawatan yang lebih sedikit
  3. Daya total yang dikonsumsi untai logika juga akan lebih kecil.
  4. Hemat biaya
Peta Karnaugh di-"ilustrasikan" seperti matrik 2 dimensi (terdiri atas baris dan kolom) dimana komponen baris dan kolom adalah masukan (input) dari sistem. Input dari masukan inilah yang kemudian disebut variabel K-Map nya. Sehingga ada sebutan K-Map 2 Peubah, K-Map 3 Peubah, 4 peubah dst.

K-Map efektif digunakan hanya sampai 6 peubah saja. Untuk peubah lebih dari 6, tidak lagi di-rekomendasikan menggunakan K-Map karena komputasinya sangat tinggi sehingga disarankan menggunakan program komputer khusus. Tutorial kali ini, saya akan membahas K-Map hingga 4 Variabel. Untuk K-Map 5 dan 6 Peubah akan dibahas pada tutorial berikutnya.

Menggambar peta karnagh
Peta Karnaugh 2 Peubah:
Ilustrasi berikut adalah peta karnaugh 2 peubah (A dan B).

Kelompok Baris adalah masukan A dan Kelompok Kolom adalah masukan B. Tidak ada yang spesial dari aturan K-Map 2 Variabel. Anda bisa menulisnya 0 kemudian 1 (sesuai contoh) atau 1 kemudian 0.
Sekarang kita lihat tabel kebenaran dari fungsi yang akan kita buat. Asumsikan, kita tidak memiliki fungsi persamaan dari tabel kebenaran berikut dan kita akan membuatnya.

Setiap cell dari matrik (bagian tengah) akan kita isi dengan hasil atau result dari tabel kebenaran. Sebagai contoh:

Peta Karnaugh 3 Peubah:
Sedikit berbeda dengan peta karnaugh 2 peubah, K-Map 3 peubah menggunakan 2 peubah di satu rusuk dan 1 peubah di rusuk yang lain. Anda bisa membuat K-Map dengan 2 peubah di rusuk tegak, dan 1 peubah di rusuk mendatar atau sebaliknya. Perhatikan gambar:

Yang perlu diperhatikan di sini adalah penyusunan kombinasi masukan 2 peubah harus mengikuti kaidah "perubahan di satu tempat". Artinya transisi dari "0" ke "1" hanya di satu tempat saja. Sebagai contoh, kombinasi masukan dari "01" menjadi "11". Transisi yang terjadi pada kombinasi ini hanya pada masukan A (dari 0 menjadi 1) sedangkan masukan B tetap (1 tetap 1). Jadi anda tidak boleh menulis "01" kemudian "10" (seperti yang biasa anda lakukan di tabel kebenaran). Mengapa? karena jika susunan-nya "01" kemudian "10", berarti perubahan terjadi di 2 masukan, A berubah dari "0" menjadi "1" dan masukan B berubah dari "1" menjadi "0".

Seperti pada K-Map 2 peubah, isi Cell dari K-Map 3 peubah juga berisi result (hasil) dari tabel kebenaran. Sebagai contoh:

Anda boleh menggunakan K-Map yang atas atau yang bawah.

Peta Karnaugh 4 Peubah:
Untuk K-Map 4 peubah, anda dapat memasukkan 2 peubah di rusuk tegak dan 2 peubah di rusuk mendatar. Perhatikan gambar:
Daerah Minterm
Nah sekarang kita sudah bisa menggambar peta Karnaugh atau K-Map dengan 2, 3 dan 4 peubah. Proses berikutnya adalah menentukan daerah minterm. Daerah minterm adalah sebuah daerah di dalam K-Map yang berisi nilai 1 yang "bertetangga" (akan dijelaskan dalam contoh). Keanggotaan sebuah daerah minterm bisa berisi 2^n dimana n bernilai 0, 1, 2, 3, ... dst. Sehingga keanggotaan wilayah minterm bisa 1, 2, 4, 8, 16, dst.
Melukiskan daerah minterm, bisa secara vertikal (atas bawah) atau horisontal (kiri dan kanan) tetapi tidak bisa secara diagonal.
Contoh daerah minterm untuk K-Map 2 peubah adalah sebagai berikut:

Keterangan:
(A): Karena nilai "1" hanya ada satu, maka daerah mintermnya juga hanya 1.
(B): Nilai "1" ada di dua tempat (cell) tetapi mereka bertetangga secara diagonal, maka angka-angka "1" tersebut tidak bisa menjadi satu wilayah minterm.
(C): Terdapat 2 wilayah minterm dengan masing-masing memiliki 2 anggota angka "1".
(D): Mirip dengan kasus point (B).

Sedikit berbeda untuk K-Map dengan dimensi yang lebih besar(di atas dimensi 2x2), K-Map "dipandang sebagai sebuah bidang yang "bulat" seperti globe. Artinya daerah minterm bisa saja "menyatukan" angka 1 yang di sisi atas dan bawah atau kiri dan kanan secara berputar. Lihat contoh di bawah ini:


Ingat: Tidak bisa diagonal saja.

Membangun persamaan dari daerah minterm di K-Map
Setelah daerah minterm sudah kita tandai, proses berikutnya adalah menentukan persamaan dari daerah minterm tersebut. Kita bisa menggunakan asas "konsistensi" untuk memudahkan membangun persamaan daerah minterm tersebut. Konsistensi yang saya maksud adalah nilai masukan yang TIDAK BERUBAH di setiap sel daerah minterm. Sebagai contoh untuk daerah minterm yang hanya berisi satu anggota seperti pada gambar berikut:

Karena kita tidak bisa membuat daerah minterm secara diagonal maka K-Map di atas memiliki 2 daerah minterm. Untuk daerah mintem yang berisi satu anggota saja, membuat persamaannya cukup mudah. Cukup lihat masukan untuk setiap daerah minterm tersebut.

Daerah minterm 1: masukan dari sisi baris adalah A'B dan dari sisi kolom adalah C'. Nilai akses (') di sini mengacu pada nilai 0 pada masukan A dan C (sedangkan karena nilai B bernilai "1" maka tidak diberi aksen atau NOT).
Daerah minterm 2: masukan dari sisi baris adalah AB dan dari sisi kolom adalah C (semua nilai masukan "1" maka tidak ada aksen)

Sehingga fungsi persamaan dari K-Map tersebut adalah: A'BC + ABC.
Pembuktian dengan tabel kebenaran:


Untuk daerah minterm yang berisi lebih dari satu, asas konsistensi bisa kita gunakan. Perhatikan contoh:
Pada contoh di atas, daerah mintem yang terbentuk memiliki empat anggota dimana masukannya adalah:
  1. Sisi Baris (AB): 01 dan 11
  2. Sisi Kolom (CD): 01 dan 11
Nilai yang konsisten di sisi baris adalah B. (A tidak konsisten karena ada A yang bernilai "1" dan ada A yang bernilai "0". Sedangkan nilai yang konsisten di sisi kolom adalah D. (nilai C tidak konsisten).
Sehingga persamaan untuk K-Map di atas adalah BD. Lihat pada tabel kebenaran berikut:


Contoh lain:

Daerah minterm 1 (yang berwarna biru): Masukan yang konsisten di sisi baris (masukan AB) adalah B dan masukan yang konsisten di sisi kolom adalah C sehingga rumus fungsinya adalah BC
Daerah minterm 2 (yang berwarna merah): Masukan yang konsisten di sisi baris (masukan AB) tidak ada (semuanya (baik A dan B) tidak ada yang konsisten) sedangkan masukan yang konsisten di sisi kolom adalah CD'.

Sehingga persamaan fungsi dari K-Map di atas adalah F = BC + CD'. Perhatikan tabel kebenaran berikut:

Gerbang Logika


GERBANG LOGIKA DIGITAL



Aljabar BOOLEAN

TEOREMA ALJABAR BOOLEAN

T1. COMMUTATIVE LAW :
a. A + B = B + A
b. A . B = B . A

T2. ASSOCIATIVE LAW :
a. ( A + B ) + C = A + ( B + C )
b. ( A . B) . C = A . ( B . C )

T3. DISTRIBUTIVE LAW :
a. A. ( B + C ) = A . B + A . C
b. A + ( B . C ) = ( A+B ) . ( A+C )

T4.IDENTITY LAW:
a. A + A = A 
b. A . A = A 

T5.NEGATION LAW:
a.( A’) = A’
b. ( A’’) = A

T6. REDUNDANCE LAW :
a. A + A. B = A
b. A .( A + B) = A

T8. :
a. A’+ A = 1
b. A’. A = 0

T9. :
a. A + A’. B = A + B
b. A.( A’+ B ) = A . B

T7. :
a. 0 + A = A 
b. 1 . A = A 
c. 1 + A = 1
d. 0 . A = 0

10. DE MORGAN’S THEOREM:
a. (A + B ) = A . B 
b. (A . B ) = A + B

Contoh soal dan pembahasan

Contoh1 Sederhanakan  A . (A . B + C)
Penyelesaian
A . (A . B + C)
= A . A . B + A . C (T3a)
= A . B + A . C       (T4b)
= A . (B + C)          (T3a)

Contoh 2  Sederhanakan  A’. B + A . B + A’. B’
Penyelesaian
A’. B + A . B + A’. B’
= (A’+ A) . B + A’. B’ (T3a)
= 1 . B + A’. B’           (T8a)
= B + A’. B’                (T7b)
= B + A’                     (T9a)

Contoh3 Sederhanakan  A + A . B’+ A’. B
Penyelesaian
A + A . B’+ A’. B
= (A + A . B’) + A’. B
= A + A’. B                 (T6a)
= A + B                       (T9a)

Sistem Bilangan

1.  System bilangan
System bilangan merupakan tata aturan atau susunan dalam menentukan nilai suatu bilangan antara lain system decimal , biner ,hexa desimal, dan oktal.

Bilangan desimal
Bilangan desimal adalah bilangan yang memiliki basis 10
bilangan tersebut adalah 0.1.2.3.4.5.6.7.8.9 (r =10)

Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang memiliki basis 2
bilangan tersebut adalah 0 dan 1 (r =2)

Bilangan Octal 
Bilangan octal adalah bilangan yang memiliki basis 8
bilangan tersebut adalah 0.1.2.3.4.5.6.7 (r =8)

Bilangan Hexa Decimal
Bilangan hexa decimal adalah bilangan yang memiliki basis 16

bilangan itu adalah 0.1.2.3.4.5.6.7.8.9.A.B.C.D.E.F( r =16)

2.  Konversi Bilangan

0 = 0000
1 = 0001
2 = 0010
3 = 0011
4 = 0100
5 = 0101
6 = 0110
7 = 0111
8 = 1000
9 = 1001
10 = 1010
11 = 1011
12 = 1100
13 = 1101
14 = 1110
15 = 1111
  • Desimal-biner
177 (10) =10110001(2)
penyelesaian:         
177:2 sisa 1
88:2 sisa 0
44:2 sisa 0
22:2 sisa 0   
11:2 sisa 1
5:2 sisa 1
2:2 sisa 0
1
  • Desimal-octal
177(10)=261(8)
177:8 sisa 1
22:8 sisa 6
2
  • Desimal-hexa
177(10)=11,1 atau B1(16)
177:16 sisa 1
11
  • Biner-desimal
10110001(2)= 177(10)


1x20 + 1x24 + 1x25 + 1x2
=    1   +     16    +      32   +     128 = 177
  • Biner-octal
10|110|001(2)=261(8)
2     6     1
  • Biner-hexa
1011|0001(2)=B1(16)
   11     1

Subnet Mask

MENGENAL TEKNIK SUBNETTING

Apa itu Subnetting?
         Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.
Apa tujuan Subnetting?
Apa tujuan Subnetting , Mengapa perlu subnetting atau Apa manfaat subnetting? Ada beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.   Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan         penggunaan IP Address
2.   Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
3.   Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kesalahan akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
           Sebagai gambaran untuk mengenal teknik subnetting ini contoh kasusnya kira-kira seperti berikut:

          Misalkan disebuah perusahaan terdapat 200 komputer (host). Tanpa menggunakan subnetting maka semua komputer (host) tersebut dapat kita hubungkan kedalam sebuah jaringan tunggal dengan perincian sebagai berikut:
Misal kita gunakan IP Address Private kelas C dengan subnet mask defaultnya yaitu 255.255.255.0 sehingga perinciannya sebagai berikut:

Network Perusahaan
Alamat Jaringan      : 192.168.1.0
Host Pertama         : 192.168.1.1
Host Terakhir         : 192.168.1.254
Broadcast Address : 192.168.1.255

           Misalkan diperusahaan tersebut terdapat 2 divisi yang berbeda sehingga kita akan memecah network tersebut menjadi 2 buah subnetwork, maka dengan teknik subnetting kita akan menggunakan subnet mask 255.255.255.128 (nilai subnet mask ini berbeda-beda tergantung berapa subnetwork yang akan kita buat) sehingga akan menghasilkan 2 buah blok subnet, dengan perincian sebagai berikut:

Network Divisi A
Alamat Jaringan / Subnet A : 192.168.1.0
Host Pertama                      : 192.168.1.1
Host Terakhir                     : 192.168.1.126
Broadcast Address             : 192.168.1.127

Network Divisi B
Alamat Jaringan / Subnet B : 192.168.1.128
Host Pertama                     : 192.168.1.129
Host Terakhir                     : 192.168.1.254
Broadcast Address             : 192.168.1.255

     Dengan demikian dengan teknik subnetting akan terdapat 2 buah subnetwork yang masing-masing network maksimal terdiri dari 125 host (komputer). Masing-masing komputer dari subnetwork yang berbeda tidak akan bisa saling berkomunikasi sehingga meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti. Apabila dikehendaki agar beberapa komputer dari network yang berbeda tersebut dapat saling berkomunikasi maka kita harus menggunakan Router.

CONTOH SOAL PERHITUNGAN SUBNETTING
       Menurut saya (yang baru belajar networking), kunci utama kita melakukan subnetting adalah dengan menentukan subnet mask suatu IP Address dengan menggunakan konsep CIDR(Classless Inter Domain Routing) yaitu metoda pengalamatan IP Address tanpa kelas (classless addressing). Saya sendiri baru mengenal konsep CIDR ini beberapa minggu yang lalu, karena selama ini yang saya tau hanyalah pengkelasan IP Address (classfull addressing).
      CIDR menghindari cara pemberian IP Address tradisional menggunakan kelas A, B dan C. CIDR menggunakan "network prefix" dengan panjang tertentu. Prefix length menentukan jumlah bit sebelah kiri yang akan dipergunakan sebagai Network ID (masih inget ya bahwa IP Address terdiri dari Network ID dan Host ID. Network ID tidak sama dengan Network Address. Network ID merupakan bagian dari IP Address sedangkan Network Address adalah IP Address dimana Host ID-nya diset 0 semua ).
Biasanya dalam menuliskan network prefix suatu kelas IP Address digunakan tanda garis miring(Slash) “/”, diikuti dengan angka yang menunjukan panjang network prefix ini dalam bit. Misalkan suatu IP Address ditulis 192.168.0.1/27 hal ini mengandung arti IP Address tersebut memiliki 27 bit sebagai Network ID.

MENENTUKAN SUBNET MASK DENGAN CIDR:
        Subnet Mask  atau Netmask adalah angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar. Bit yang menunjukkan Network ID diset 1 dan bit yang menunjukkan Host ID diset 0.
Suatu IP Address 192.168.0.1/27 berarti memiliki 27 bit sebagai Network ID dan 5 bit sisanya sebagai Host ID (masih ingatkan IP address terdiri dari 32 bit). Sehingga Subnet Mask dari IP Address tersebut adalah 11111111.11111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224.
Tabel di bawah ini merupakan subnet mask yang bisa di gunakan untuk subnetting :

 















CONTOH SOAL PERHITUNGAN SUBNETTING
        Soal –soal perhitungan subnetting biasanya berkisar di empat masalah yaitu: Jumlah Subnet,Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet dan Alamat Host-Broadcast.
Contoh Soal:
Subnetting apa yang terjadi pada IP Address kelas C 192.168.1.0/27?
Jawab:
Subnet mask dari 192.168.1.0/27 adalah 11111111.1111111.11111111.11100000 atau 255.255.255.224, maka:
1.   Jumlah Subnet
Jumlah subnet dapat dicari dengan 2 pangkat x, dimana x adalah banyaknya angka 1 pada oktet 4, dalam perhitungan subnet mask diatas ada 3, sehingga Jumlah subnet mask adalah 2 pangkat 3 sama dengan 8 buah subnet
2.    Jumlah Host
Jumlah host pada tiap subnet dapat dicari dengan ((2 pangkat y)-2), dimana y adalah banyaknya angka 0 pada oktet 4, dalam perhitungan diatas ada 5, sehingga Jumlah Host tiap subnetnya adalah 2 pangkat 5 sama dengan 30 host tiap subnet.
3.    Blok Subnet
Untuk mencari dapat dicari dengan dengan cara 256-224 (dimana 224 adalah nilai oktet 4) sama dengan 32. Untuk mencari subnet yang lain hasil ini dikali 2=64, dikali 3=96, dikali 4=128, dikali 5=160, dikali 6=192, dikali 7=224 dikali 8=256. Sehingga blok subnet yang valid adalah 0 (pasti ada), 32,64,96,128,160,192, dan 224.
4.     Network Address, Host Address dan Broadcast Address yang valid
Untuk mencari alamat host, broadcast dan network (subnet)  kita langsung aja buat tabel lengkapnya perhitungan subnetting ini sebagai berikut


Kamis, 16 Januari 2014

IP Address

Pengertian dan Kelas - kelas IP address
        IP address (internet protocol address) adalah bilangan numerik yang diberikan kepada setiap komputer sebagai identitas komputer tersebut pada suatu jaringan. IP address terdiri dari 32 bit atau yang biasa dikenal IPv4 sampai 128 bit yang dikenal IPv6, untuk IPv6 di indonesia belum banyak di implementasikan.
        IP address sebenarnya berbentuk bilangan biner agar mudah di baca, ditulis dengan bilangan 4 desimal yang masing masing di pisahkan oleh titik. format bilangan seperti ini disebut  dotted-decimal notation.

192.168.0.1

di konversi ke biner

11000000.10101000.00000000.00000001
      
      IP address terbagi menjadi beberapa kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Pembagian kelas IP address dibedakan atas banyaknya jumlah host yang terdapat pada setiap kelas.














Kelas A
Format                 : 0nnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh.hhhhhhhh
netID                    : 8 bit pertama
hostID                  : 24 bit selanjutnya
byte pertama         : 0-127
range IP                : 1.xxx.xxx.xxx - 126.xxx.xxx.xxx
jumlah netID          : 128 network
jumlah hostID        : 16.777.214 host
        
        IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Secara keseluruhan terdapat 127 jaringan tersedia tapi yang bisa digunakan hanya 126 karena 0.xxx.xxx.xxx digunakan sebagai network address dan 127.xxx.xxx.xxx digunakan untuk alamat broadcast.

Kelas B
 Format                 : 10nnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh.hhhhhhhh
 netID                    : 16 bit pertama
 hostID                  : 16 bit selanjutnya
 byte pertama         : 128-191
 range IP                : 128.0.xxx.xxx - 191.255.xxx.xxx
 jumlah netID         : 16.384 network
 jumlah hostID       : 65.534 host

       IP address kelas B diberikan kepada jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Alamat network address dan broadcast diambil dari jumlah host yang tersedia, yang awalnya 65.536 menjadi 65.534.

Kelas C
Format                  : 110nnnnn.nnnnnnnn.nnnnnnnn.hhhhhhhh
netID                     : 24 bit pertama
hostID                   : 8 bit selanjutnya
byte pertama          : 192-223
range IP                 : 192.0.0.xxx
jumlah netID          : 2.097.152 network
jumlah hostID        : 254

        IP address kelas C diberikan kepada jaringan dengan jumlah host yang kecil. Biasanya digunakan untuk jaringan local area network (LAN), biasanya terdapat pada warnet - warnet di sekitar kita. Sedangkan untuk IP address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting dan IP address kelas E digunakan untuk keperluan eksperimental

OSI LAYER

OSI Layer adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI mempunyai sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang merupakan Kumpulan Layer-layer yang tidak salingbergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing-masing Layer sudah mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan.

OSI Layer memiliki 7 Layer yang Terdiri dari :
·      Physical Layer
·      DataLink Layer
·      Network Layer
·      Transport Layer
·      Session Layer
·      Presentation Layer
·      Application Layer.

Dari ke Tujuh layer tersebuat mempunyai 2 (dua) Tingkatan Layer, yait
a.       Lower Layer yang meliputi : Physical Layer, DataLink Layer, dan Network Layer.
b.      Upper Layer yang meliputi : Transport Layer, Session Layer, Presentation Layer, dan Application Layer

Fungsi Masing-Masing Layer beserta Protokol dan Perangkatnya
Dari ke Tujuh Layer tersebut juga mempunyai Tugas dan Tanggung Jawab masing-masing, yaitu :
Ø  Physical Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan, topologi jaringan dan pengabelan. Adapun perangkat-perangkat yang dapat dihubungkan dengan Physical layer adalah NIC (Network Interface Card) berikut dengan Kabel – kabelnya
Ø  DataLink Layer : Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yangdisebut sebagai frame. Pada Layer ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras seperti Halnya MAC Address, dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti HUB, Bridge, Repeater, dan Switch layer 2 (Switch un-manage) beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi Layer ini menjadi dua Layer anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Ø  Network Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage).
Ø  Transport Layer : Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada layer ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Ø  Session Layer : Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di layer ini juga dilakukan resolusi nama.
Ø  Presentation Layer : Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam Layer ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Ø  Application Layer : Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam layer  ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.


Klasifikasi dan penggolongan komputer

Komputer yang paling umum digunakan
1. Personal Computer
Personal komputer atau komputer pribadi yang biasa digunakan di sekolah-sekolah, kantor, dan dirumah.

2. Komputer Desktop
Komputer desktop sebenarnya hampir sama dengan komputer pribadi, hanya saja memiliki unit pengolahan dan penyimpanan, display visual dan unit output audio dan keyboard yang ditempatkan secara mudah di meja kantor atau rumah. Media penyimpanan tersebut berupa harddisk, CD-ROM atau flashdisk.

3. Komputer Notebook portable
Komputer Notebook adalah versi ringkas dari personal komputer yang saat ini setiap orang hampir memilikinya.

4. Super Komputer
Super Komputer digunakan untuk perhitungan skala besar seperti perkiraan cuaca, desain dan simulasi pesawat terbang. Dalam sistem enterprice, server dan supercomputer, unit fungsionalnya yang banyak processor, dapat terdiri dari sejumlah unit besar dan sering kali terpisah.



Klasifikasi Komputer Berdasarkan Data yang diolah
1. Komputer Analog
komputer yang digunakan untuk mengolah data kualitatif, bekerja secara continue dan bukan data yang berbentuk angka, tetapi dalam bentuk fisik misalnya alat hitung: arus listrik, temperature, kecepatan, tekanan dsb.

2. Komputer Digital
komputer yang digunakan untuk mengolah data kuantitatif (huruf, angka, kombinasi huruf dan angka, karakter-karakter khusus) dan memerlukan bahasa perantara, misal Komputer PC, Laptop dl

3. Komputer Hybrid
Komputer hybrid merupakan kombinasi antara komputer analog dan digital, misal faximile dll




Klasifikasi Komputer Berdasarkan Penggunaanya
1. Spesial Purpose Komputer
Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan masalah khusus, biasanya hanya berupa satu masalah saja. Dapat berupa komputer analog ataupun komputer digital, namun pada umumnya komputer analog adalah spesial purpose komputer. Komputer ini banyak dikembangkan untuk pengontrolan yang otomatis pada proses proses industri.

2. General-Purpose Komputer
Komputer ini dirancang untuk menyelesaikan bermacam masalah, dapat menggunakan beberapa program yang dapat menyelasaikanjenis permasalahan yang berbeda, karena komputer ini tidak dirancang untuk masalah secara khusus.misalnya aplikasi bisnis, teknik, pendidikan, pengolahan kata, permainan dll. General-Purpose Computer dapat berupa komputer digital dan analog, namun pada umumnya adalah komputer digital




Klasifikasi Komputer Berdasarkan Kapasitas dan Ukurannya
1. Komputer Mikro (Micro Computer)
2. Komputer Mini (Mini Computer)
3. Komputer Kecil (Small Computer)
4. Komputer Menengah (Medium Computer)
5. Komputer Besar (Large Computer)
6. Komputer Super (Super Computer)




Klasifikasi Komputer Berdasarkan Processor nya

1. Mainframe
adalah komputer yang processornya mempunyai kemampuan besar karena ditujukan untuk banyak pemakai,

2. Mini komputer 
adalah bentuk mini dari komputer mainframe. kalau mainframe memiliki ribuan terminal, komputer mini lebih terbatas hanya sampai puluhan dan mungkin ratusan terminal.

3. Personal Computer
komputer yang ditujukan untuk satu pemakai dengan satu atau lebih pemakaian program apilkasi pada saat tertentu

SISTEM KOMPUTER

Pengertian Komputer
Pengertian Komputer – komputer merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengolah data yang dapat digunakan sesuai dengan perintah yang telah dirumuskan.sedangkan istilah komputer pada awalnya digunakan sebagai sebutan bagi seseorang yang mempunyai pekerjaan di bidang perhitungan aritmatika, yang dimana seseorang tersebut tanpa menggunakan alat bantu, namun arti kata tersebut pada sebuah mesin. Pengolahan berbagai informasi hampir seluruhnya selalu berhubungan dengan aritmatika, namun pada kenyataannya komputer modern digunakan oleh orang untuk mengerjakan suatu pekerjaan yang bahkan tidak berhubungan dengan matematika.

BAGIAN-BAGIAN DARI SISTEM KOMPUTER
1.        Hardware (Perangkat Keras).
Hardware atau dalam bahasa Indonesianya disebut dengan nama perangkat keras adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alatnya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi.
Perangkat keras atau Hardware dibagi menjadi 3 bagian :
I.     Input (Perangkat Masukkan).
Input Device adalah segala komponen hardware yang memungkinkan user memasukkan data ke dalam komputer.
Contoh: Keyboard, Mouse, Joystick, Touch pad, dll.
II.       Output (Perangkat Keluaran).
Output Device adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk menampilkan keluaran hasil pengolahan data.
Contoh : Monitor,Printer,Speaker,dll.
III.    Storage Device.
Storage Device adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan hasil pemrosesan, Storage Device terdiri dari 2 jenis yaitu Internal Storage Device dan External Storage Device.
a.       Internal Storage Device adalah media penyimpanan yang terdapat di dalam komputer.
Contoh Internal Storage Device yaitu:
1.RAM (Random Access Memory) : Menyimpan program yang kita olah untuk sementara.
Macam-macam RAM :
- Input Storage : Digunakan untuk menampung input yang dimasukkan melbalui alat input.
- Program Storage : Digunakan untuk menyimpan semua instruksi-instruksi program yang akan diakses.
- Working Storage : Digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan hasil pengolahan.
- Output Storge : Digunakan untuk menampung hasil akhir dari pengolahan data yang akan ditampilkan ke alat output.
2. ROM (Read Only Memory) : Memori yang hanya bisa dibaca dan berguna  sebagai penyedia informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan.
Macam-Macam ROM:
- PROM (Programmable Read Only Memory), yg hanya  dapat diprogram satu kali.
- EPROM (Ersable Programmable Read Only Memory) yaitu jenis memori ROM yang dapat ditulisi program (data) secara elektris. Data/informasi/Program dapat hilang/dihapus bila terkena sinar ultraviolet. EPROM termasuk memori non-volatile, sama dengan PROM, yaitu data tak akan hilang bila komputer kita matikan/ tidak mendapat daya listrik.
b.      External Storage Device adalah perangkat keras untuk melakukan operasi penulisan, pembacaan & penyimpanan data, di luar komponen utama. Contoh : HDD (Harddisk Drive), Floopy Disk, CD/DVD Rom, Flashdisk.

2.        Software (Perangkat Lunak).
Software atau perangkat lunak adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Melalui Software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah.
Inilah macam-macam perangkat lunak atau Software:
a.       Sistem Operasi.
Sistem Operasi (OS) adalah sekumpulan software yang mengatur sumber daya di hardware komputer dan memberikan layanan bagi program komputer. Sistem Operasi adalah komponen penting dari sistem perangkat lunak dalam sebuah komputer. Program aplikasi biasanya membutuhkan sistem operasi untuk bisa berfungsi. Contoh dari OS yaitu Ms Windows, Linux, Unix dan Mac Os (Machintos).
b.      Aplikasi.
Aplikasi berasal dari kata application yaitu bentuk benda dari kata kerja to apply yang dalam bahasa indonesia berarti pengolah. Secara istilah, aplikasi komputer adalah suatu subkelas perangkat lunak komputer yang menggunakan kemampuan komputer langsung untuk melakukan suatu tugas yang diinginkan pemakai. Contohnya Pengolah kata, Utility, pemutar media, dll.
c.       Language
Language atau bahasa pemograman adalah suatu set pemrograman yang digunakan untuk membuat suatu program komputer. Bahasa komputer biasa dikenal dengan bahasa pemrograman. Program komputer atau software sendiri adalah suatu set instruksi yang harus dijalankan oleh komputer pada saat komputer dihidupkan atau ketika diperintahkan oleh pengguna komputer. Bahasa pemograman menggunakan kata-kata unik yang menjadi kode untuk menjalankan perintah tertentu pada komputer. Contoh bahasa pemrograman antara lain adalah Pascal, Fortran, Clipper, dBase, Delphi, Basic, Cobol, C++, C#, Java dan lain-lain.

3.      Brainware.
Brainware adalah istilah yang digunakan untuk manusia yang berhubungan dengan sistem komputer. Manusia merupakan suatu elemen dari sistem komputer. Manusia adalah yang merancang bagaimana suatu mesin dapat bekerja sesuai dengan hasil yang diinginkannya. Atau Brainware adalah setiap orang yang terlibat dalam kegiatan pemanfaatan komputer sistem pengolahan data.
Brainware terbagi menjadi 3 jenis:
-       User (Pengguna)
User adalah penghubung atau mediator antara komputer dan manusia atau user komputer itu agar hubungan antara perangkat komputer dengan user bisa terjalin. User sangat berperan penting dalam dunia komputer karena dengan adanya user interface maka kemudahan user dalam mengoperasikan suatu perangkat komputer jadi lebih mudah.
-       Programmer
Programmer merupakan orang yang mampu membuat program (Software) sehingga dapat menjalankan perangkat kerasnya (Hardware).
-       Analis
Analis adalah suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem disebut ANALIS.
      FUNGSI ANALIS :
1.      Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai / user.
2.      Menyatakan secara spesifik sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user.

3.      Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah